Jumat, 19 Desember 2014

Di Atas Awan

Tiga belas hari lagi menuju 2015 dan sepertinya masih banyak resolusi 2014 Sora yang belum terealisasi. Misalnya resolusi untuk manjat pohon sakura di Jepang, jalan-jalan keliling dunia, atau bahkan resolusi untuk tetep bangun pagi di hari libur. Yah, sedih, akhirnya itu cuma jadi sekadar tulisan di awal tahun.
Namun di balik ke-belum-berhasil-an (-_-) resolusi-resolusi tersebut, ada hal-hal amazing yang bukan bagian dari resolusi Sora tapi telah Sora lakukan di 2014. Salah satunya adalah mendaki.
Yup. M E N D A K I. Mungkin saat kecil, akibat terlalu sering nonton ninja hatori, Sora pernah punya impian bertualang bersama teman dengan mendaki gunung dan melewati lembah, tapi Sora tidak pernah membayangkan hal itu akan Sora lakukan di tengah kegiatan kuliah yang katanya “padat”
Pendakian pertama Sora dilakukan pada tanggal 26 Oktober yang lalu. Pendakian ini dilakukan dalam rangka HUT salah satu organisasi di kampus Sora. Gunung yang menjadi tempat pendakiannya adalah Gunung Batur. FYI, Gunung Batur merupakan salah satu gunung yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali dengan ketinggian 1717 mdpl.
Sora dan kawan-kawan berangkat dari Denpasar pukul 4 sore dan tiba di kaki gunung sekitar pukul 7 malam. Setelah itu kami mempersiapkan makanan dan tenda untuk beristirahat sejenak. Setelah makan malam, istirahat, sembahyang dan foto-foto di api unggun, sekitar pukul 3 pagi kami memulai pendakian.
Ciwi-ciwi harus narsis dulu sebelum berangkat ke puncak

Dalam pendakian ini terdapat 3 pos pemberhentian. Dari kaki gunung ke pos pertama, kami melewati hutan-hutan dengan pohon tinggi (entah itu pohon apa), suasananya menurut Sora mirip di hutan terlarang di Harry Potter tapi tanpa laba-laba raksasa. Dari pos pertama ke pos kedua, jalanan tampak berpasir dan gersang dan juga berbatu-batu tapi belum begitu terjal. Dari sini kami mulai bisa melihat pemandangan yang ada di bawah, danau batur yang dihiasi lampu-lampu dari rumah di sekitarnya. Yang terakhir, pos dua ke pos tiga, jalanan penuh dengan pasir (atau abu vulkanik?)  dan cukup licin serta terjal. Kami sampai di pos ketiga alias puncak sekitar pukul 5 pagi. Walaupun udara di sana dingin, tapi ternyata sudah cukup banyak rombongan pendaki yang tiba lebih awal daripada kami.
Indahnya matahari terbit

Narsis lagi setelah sampai puncak


Cukup lelah untuk pengalaman pertama, tapi semua itu terbayar ketika kami bisa menikmati pemandangan di sepanjang jalan serta pemandangan dari puncak gunung. Ditambah lagi, kami mendapat kesempatan untuk menyaksikan mentari pagi yang terbit perlahan dari balik awan. Ya, sungguh indah. Jika Sora diberi kesempatan, Sora ingin mendaki gunung lainnya :D

1 komentar:

Sora Karista. Diberdayakan oleh Blogger.