Minggu, 02 Juni 2013

Desa Penglipuran

Hari yang indah untuk kembali menulis. Setelah perjalanan yang begitu panjang --mendaki gunung, melewati lembah, melihat sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman berpetualang, kemudian menjawab beberapa soal dari naskah UN (+ 20 paket & barcode, hehe) yang ternyata datang terlambat, dan akhirnya lulus UN dengan nilai yang nggak jelek-jelek amat-- kini Sora kembali. 
Setelah dua bulan tidak menampakkan diri di dunia Sora yang indah ini, Sora ingin mengajak kawan-kawan "melali" (baca: jalan-jalan) ke objek wisata yang ada di Bali. Wuih... begitu mendengar kata BALI pasti kawan-kawan langsung membayangkan Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Lepang *eh yang terakhir kayaknya nggak ada yang tau. Tapi pesona Bali nggak hanya sekadar pantai yang bertebaran di mana-mana. Selain pantai, yang penuh dengan hiruk-pikuk wisatawan dan bule-bule yang berjemur kayak dendeng ayam, Bali juga punya desa-desa wisata yang patut dikunjungi. Salah satunya adalah Desa Wisata Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli.
Dari begitu banyak desa wisata yang ada di Bali, kenapa Sora milih desa ini? Jawabannya simpel; karena Sora udah pernah ke desa ini. Nggak enak kan cerita tentang sesuatu tapi kita nggak tau tentang sesuatu yang kita ceritakan #SombongMode: On. Selain itu, saat mengunjungi desa ini (dan satu objek wisata lagi), Sora sempat merasakan sesasi 'nyasar' yang akan Sora ceritakan lain kali, hehe.
Back to topic, menurut si google, nama desa ini diambil dari kata Pengeling Pura yang artinya ingat kepada leluhur, tetapi ada juga yang mengartikan penglipuran adalah Penghibur. Konon pada jaman kerajaan dahulu, banyak raja-raja mengunjungi desa ini sebagai tempat untuk menghibur diri karena alamnya yang indah dan suasananya yang damai. Desa Penglipuran terletak sekitar 45 km dari Denpasar. Desa ini cukup mudah dijangkau karena terletak tidak jauh dari jalan raya utama. Desa ini sudah terkenal sebagai objek wisata yang wajib dikunjungi jika bertandang ke Pulau Dewata.
Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lainnya di Bali adalah pada bangunan tempat tinggal penduduknya, terutama di bagian angkul-angkul (bagian depan rumah) yang seragam dari mulai hulu hingga hilir desa. Setelah puas melihat-lihat rumah penduduk desa ini, kawan-kawan yang ingin sedikit berolahraga juga bisa menyusuri hutan bambu yang ada di desa ini. Lumayan untuk menguras keringat. Keunikan tersebut ditambah lingkungan desa yang asri, sejuk, dan tertata rapi membuat desa ini semakin memikat untuk dikunjungi.
Untuk selanjutnya, biarlah foto-foto ini yang bercerita
Bagian depan sebelum masuk desa
Suasana Desa Penglipuran yang asri
Atap paon (dapur) yang masih terbuat dari bambu
Penduduk desa yang sedang berpose
di angkul-angkul rumah
Salah satu bangunan di Penglipuran
Berjalan-jalan di hutan bambu
Foto lagi sebelum pergi, hehe
Bagi kawan-kawan yang ingin berwisata ke Bali atau orang-orang Bali yang ingin mengisi waktu liburan yang akan segera tiba, Desa ini bisa dijadikan salah satu objek untuk dikunjungi. Dijamin nggak nyesel deh :)

0 komentar:

Sora Karista. Diberdayakan oleh Blogger.